Hanya Orang Berkacamata yang Mengerti Lima Hal Ini!

 Tahukah Anda, enam dari sepuluh orang di dunia menggunakan kacamata?

Bagi mereka yang membutuhkan, kacamata adalah sebuah alat bantu yang penting. Dengan kacamata, “jendela dunia” yang mulanya nampak kabur, menjadi jelas. Sebaliknya, hidup akan terasa jauh lebih sulit bagi mereka yang tidak menggunakan kacamata.

Banyak orang berpendapat, mereka yang menggunakan kacamata tidak mampu melihat seperti orang normal. Sayangnya, seperti yang telah disebutkan sebelumnya: enam dari sepuluh orang di dunia menggunakan kacamata. Ini artinya, enam dari sepuluh orang memahami rasanya delapan hal ini—ketika berkacamata.

1. Teman yang Jahil

Setidaknya satu dari sekian banyak teman Anda pasti pernah iseng mencoba menggunakan kacamata Anda; hanya karena ingin tahu seberapa parah “rabun” yang dimiliki. Padahal, mencoba kacamata Anda belum tentu berpengaruh terhadap visual mereka. Paling-paling, hanya rasa pusing dan pandangan yang sedikit buram.

Adapun setelah mencoba kacamata, mereka kerap kali “menguji” seberapa rabun Anda tanpa kacamata. Salah satu cara yang paling seling, yakni mengangkat jari tangan sembari tebak-tebakan kecil, terkait berapa jumlah yang ada di hadapan Anda.

2.  Lupa Meletakkan Kacamata

Ada kalanya, Anda harus melepas kacamata. Hal ini terutama berlaku ketika ingin cuci muka, tidur, hingga berdandan. Namun, harus diingat betul, di mana tempat Anda meletakkan kacamata tersebut, ya. Pasalnya, sekali lupa menaruh, maka akan sangat sulit untuk mencarinya lagi. Apalagi, jika tingkat minus maupun plus pada mata tergolong parah.

3.  Musim Hujan yang Menyulitkan

Hujan sering kali jadi kendala tersendiri, bagi mereka yang berkacamata. Apalagi, jika dalam posisi sedang mengendarai motor. Serba salah; melepas kacamata hanya akan mengaburkan pandangan; sementara jika digunakan—berisiko buram karena tetesan air.

4. Lupa Melepas Kacamata Sewaktu Tidur

Dewasa ini, ada banyak aktivitas yang kadang Anda lakukan menjelang tidur. Ini dapat berupa membaca buku, atau justru mengotak-atik gawai (gadget). Nah, lantaran tidak dapat melakukan kegiatan yang membutuhkan “visual” dengan mata telanjang; maka Anda membutuhkan kacamata untuk melakukan beberapa aktivitas tersebut. Masalah muncul, ketika Anda telanjur tidur dan lupa melepas kacamata. Tahu-tahu, esok pagi kacamata sudah menghilang, atau bahkan: patah!

5. Susah Berolahraga

Tidak dapat diingkari, olahraga bagi si pengguna kacamata adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah. Ada saja masalah yang menimpa, mulai dari kacamata melorot karena keringat, risiko jatuh akibat terlalu banyak gerak, bahkan kesulitan lain yang muncul dari jenis olahraga khusus seperti beladiri anggar, dsb. Lebih dari itu, renang pun bisa jadi satu olahraga yang menakutkan, sebab di sana: Anda tidak bisa melihat apa-apa.

6. Lama Beradaptasi dengan Kacamata Baru

Saat plus/minus bertambah, Anda perlu mengganti resep kacamata yang digunakan. Kesulitan muncul, ketika Anda perlu beradaptasi ketika menggunakan kacamata yang baru. Adapun efeknya beragam, seperti kepala yang pusing atau justru ketidaknyamanan ketika menggunakan kacamata.

Itulah enam hal yang sering dialami oleh Anda—si pengguna kacamata. Memang, tidak seluruhnya menyenangkan. Namun, jangan khawatir. Sebab perkembangan dunia mode kini memungkinkan Anda terlihat lebih trendi dengan bingkai dan desain yang cocok.